WHAT'S NEW?
Loading...
1. Sebutkan dan jelaskan minimal 5 etika yang perlu dijaga dalam melakukan komunikasi sinkron!
2.    Apa itu peraturan 5 detik dan apa tujuannya dalam perekaman Video?
3.    Jelaskan perbedaan jenis video berita dan video dokumentasi!
4.    a. Jelaskan persamaan dan perbedaan dari Zoom in/out dan Track in/out!
b. Bagaimana teknik pengambilan gambar menggunakan media Handphone?
5.   Jelaskan langkah-langkah penyisipan media gambar dan penyisipan media suara/audio pada slide Ms Power Point!


Remedial Tugas Kerjakan Tugas yang Belum Dikerjakan



Storyboard adalah sketsa gambar berbentuk thumbnail yang disusun berurutan sesuai dengan rangkaian jalan cerita. Dengan storyboard siswa dapat mewujudkan sinopsis dalam bentuk gambar kepada orang lain dengan lebih mudah, untuk kepentingan usulan ataupun penjelasan kepada pihak lain.
Tahapan penting dalam produksi  film atau produksi simulasi visual adalah membuatstoryboard, setelah alur cerita selesai tahapan berikutnya membahas adegan untuk  menterjemahkan gagasan dari tekstual dalam gambar. Dalam membuat storyboard, kita perlu menggunakan cara seolah-olah membidik objek sesuai dengan gagasan yang akan disampaikan dengan mempertimbangkan angle camera atau pertimbangan sinematografis lainnya. Misalkan jika Anda akan menunjukkan sesuatu yang rinci maka perlu bidikancloseup.
Fungsi storyboard adalah sebagai konsep dan ungkapan kreatif, untuk menyampaikan pesan dan gagasan secara visual.  Pada storyboard dapat ditambahkan arahan audio, serta informasi lain berupa huruf dan warna serta tata letak  sehingga  pesan dan gagasan dapat diterima.
Untuk membuat storyboard yang bagus Anda perlu berlatih menggambarkan tayangan yang diinginkan dalam gambar sketsa.
Dalam comercial project tertentu, pembuat stroryboard memerlukan keterampilan menggambar dan mampu membuat berbagai gambar sesuai arahan sutradara.
Untuk mempermudah membuat storyboard, Anda dapat membaginya dalam point-point rencana adegan secara kasar sebagai dasar panduan. Untuk membuat ilustrasi adegan,storyboard dapat ditambah catatan berupa teks atau kalimat yang menggambarkan tiap adegan dalam panel storyboard.
Dalam pembuatan storyboard yang sederhana Anda perlu membuat sketsa alur visual sesuai dengan style gambar yang Anda kuasai.
Bentuk panel storyboard tidak ada yang baku namun pada umumnya berupa gambarthumbnail disusun secara horisontal atau vertikal yang dilengkapi dengan arahan visual berupa catatan, efek, durasi, no panel, nomor background, dan nomor scene. Contohstoryboard dengan model panel horisontal : 
  
  



 Hak Cipta © 2013, Kementerian Pendidikan & Kebudayaan

pengambilan-gambarTeknik Pengambilan Gambar

Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan berkaitan dengan perangkat kamera. Sebelum melakukan shooting ada baiknya jika seorang juru kamera persiapan-persiapan sebagai berikut:
  • ·Penguasaan terhadap perangkat kamera yang akan digunakan. Sebaiknya mengikuti aturan penggunaan yang tertulis pada manual book. Pahami kelebihan dan kekurangannya.
  • Setelah paham dengan seluk beluk kamera, pahami juga adegan apa dan teknik yang bagaimana yang diinginkan.
  • Membuat breakdown peralatan yang akan digunakan seperti baterai, mikrofon, kabel extension, dll.
  • Pastikan baterai dalam kondisi prima dan penuh, dan semua fasilitas di kamera berjalan dengan baik.

Dalam kegiatan produksi video/ film, terdapat banyak jenis kamera yang digunakan. Pembagian jenis kamera video/ film dibedakan atas media yang digunakan untuk menyimpan data (gambar & suara) yang telah diambil.

Seperti halnya pada fotografi, gambar yang telah diambil disimpan pada gulungan film. Namun pada kamera jenis ini, disamping gulungan film juga terdapat pita magnetik untuk menyimpan data suara. Dalam 1 detik pengambilan gambar, dibutuhkan sekitar 30 frame film. Adapun jenis film yang digunakan adalah film positif (slide), dimana untuk melihat isinya harus dicuci terlebih dulu di laboratorium film dan diproyeksikan dengan menggunakan proyektor khusus.

Kamera jenis ini menyimpan data gambar dan suara pada pita magnetik. Secara umum terdapat 2 jenis kamera :
Analog (AV)
Data yang disimpan sebagai pancaran berbagai kuat sinyal (gelombang) pada pita kamera perekam. Macam kamera jenis ini antara lain VHS, S – VHS, 8mm, dan Hi – 8.
Digital (DV)
Kamera perekam video digital menyimpan data dalam format kode biner bit per bit yang terdiri atas rangkaian 1 (on) dan 0 (off). Jenis kamera ini antara lain mini DV, dan Digital 8.

teknik-peng_gambar-1

Secara umum bagian-bagian kamera video terdiri atas :
1. Baterai untuk catu daya
2. Tempat kaset
3. Tombol Zoom
4. Tombol Recorder
5. Port Output video / audio (bisa berupa analog ataupun digital)
6. Cincin Fokus
7. Jendela preview (View Fender)
8. Mikrofon
9. Tombol kontrol cahaya
10. Tombol Player (untuk memainkan kembali video).
11. Terminal DC Input.
Selain itu juga banyak terdapat fasilitas–fasilitas tambahan yang berbeda antara kamera satu dengan kamera lainnya. Fasilitas itu antara lain lampu infra merah untuk pengambilan gambar pada tempat yang gelap, edit teks langsung dari kamera, efek-efek video lain, slow motion dan masih banyak lagi.

Pengambilan gambar terhadap suatu objek dapat dilakukan dengan lima cara:
· Bird Eye View
Teknik pengambilan gambar yang dilakukan dengan ketinggian kamera berada di atas ketinggian objek. Hasilnya akan terlihat lingkungan yang luas dan benda-benda lain tampak kecil dan berserakan.
· High Angle
Sudut pengambilan dari atas objek sehingga mengesankan objek jadi terlihat kecil. Teknik ini memiliki kesan dramatis yaitu nilai “kerdil”.
· Low Angle
Sudut pengambilan dari arah bawah objek sehingga mengesankan objek jadi terlihat besar. Teknik ini memiliki kesan dramatis yaitu nilai agung/ prominance, berwibawa, kuat, dominan.
· Eye Level
Sudut pengambilan gambar sejajar dengan objek. Hasilnya memperlihatkan tangkapan pandangan mata seseorang. Teknik ini tidak memiliki kesan dramatis melainkan kesan wajar.
· Frog Eye
Sudut pengambilan gambar dengan ketinggian kamera sejajar dengan alas/dasar kedudukan objek atau lebih rendah. Hasilnya akan tampak seolah-olah mata penonton mewakili mata katak.

Ukuran gambar biasanya dikaitkan dengan tujuan pengambilan gambar, tingkat emosi, situasi dan kodisi objek. Terdapat bermacam-macam istilah antara lain:
· Extreme Close Up (ECU/XCU) : pengambilan gambar yang terlihat sangat detail seperti hidung pemain atau bibir atau ujung tumit dari sepatu.
· Big Close Up (BCU) : pengambilan gambar dari sebatas kepala hingga dagu.
· Close Up (CU) : gambar diambil dari jarak dekat, hanya sebagian dari objek yang terlihat seperti hanya mukanya saja atau sepasang kaki yang bersepatu baru
· Medium Close Up : (MCU) hampir sama dengan MS, jika objeknya orang dan diambil dari dada keatas.
· Medium Shot (MS) : pengambilan dari jarak sedang, jika objeknya orang maka yang terlihat hanya separuh badannya saja (dari perut/pinggang keatas).
· Knee Shot (KS) : pengambilan gambar objek dari kepala hingga lutut.
· Full Shot (FS) : pengambilan gambar objek secara penuh dari kepala sampai kaki.
· Long Shot (LS) : pengambilan secara keseluruhan. Gambar diambil dari jarak jauh, seluruh objek terkena hingga latar belakang objek.
· Medium Long Shot (MLS) : gambar diambil dari jarak yang wajar, sehingga jika misalnya terdapat 3 objek maka seluruhnya akan terlihat. Bila objeknya satu orang maka tampak dari kepala sampai lutut.
· Extreme Long Shot (XLS): gambar diambil dari jarak sangat jauh, yang ditonjolkan bukan objek lagi tetapi latar belakangnya. Dengan demikian dapat diketahui posisi objek tersebut terhadap lingkungannya.
· One Shot (1S) : Pengambilan gambar satu objek.
· Two Shot (2S) : pengambilan gambar dua orang.
· Three Shot (3S) : pengambilan gambar tiga orang.
· Group Shot (GS): pengambilan gambar sekelompok orang.

Gerakan kamera akan menghasilkan gambar yang berbeda. Oleh karenanya maka dibedakan dengan istilah-istilah sebagai berikut:
· Zoom In/ Zoom Out : kamera bergerak menjauh dan mendekati objek dengan menggunakan tombol zooming yang ada di kamera.
· Panning : gerakan kamera menoleh ke kiri dan ke kanan dari atas tripod.
· Tilting : gerakan kamera ke atas dan ke bawah. Tilt Up jika kamera mendongak dan tilt down jika kamera mengangguk.
· Dolly : kedudukan kamera di tripod dan di atas landasan rodanya. Dolly In jika bergerak maju dan Dolly Out jika bergerak menjauh.
· Follow : gerakan kamera mengikuti objek yang bergerak.
· Crane shot : gerakan kamera yang dipasang di atas roda crane.
· Fading : pergantian gambar secara perlahan. Fade in jika gambar muncul dan fade outjika gambar menghilang serta cross fade jika gambar 1 dan 2 saling menggantikan secara bersamaan.
· Framing : objek berada dalam framing ShotFrame In jika memasuki bingkai dan frame out jika keluar bingkai.

Teknik pengambilan gambar tanpa menggerakkan kamera, jadi cukup objek yang bergerak.
· Objek bergerak sejajar dengan kamera.
· Walk In : Objek bergerak mendekati kamera.
· Walk Away : Objek bergerak menjauhi kamera.

Teknik ini dikatakan lain karena tidak hanya mengandalkan sudut pengambilan, ukuran gambar, gerakan kamera dan objek tetapi juga unsur- unsur lain seperti cahaya, properti dan lingkungan. Rata-rata pengambilan gambar dengan menggunakan teknik-teknik ini menghasilkan kesan lebih dramatik.
· Backlight Shot: teknik pengambilan gambar terhadap objek dengan pencahayaan dari belakang.
· Reflection Shot: teknik pengambilan yang tidak diarahkan langsung ke objeknya tetapi dari cermin/air yang dapat memantulkan bayangan objek.
· Door Frame Shot: gambar diambil dari luar pintu sedangkan adegan ada di dalam ruangan.
· Artificial Framing Shot: benda misalnya daun atau ranting diletakkan di depan kamera sehingga seolah-olah objek diambil dari balik ranting tersebut.
· Jaws Shot: kamera menyorot objek yang seolah-olah kaget melihat kamera.
· Framing with Background: objek tetap fokus di depan namun latar belakang dimunculkan sehingga ada kesan indah.
· The Secret of Foreground Framing Shot: pengambilan objek yang berada di depan sampai latar belakang sehingga menjadi perpaduan adegan.
· Tripod Transition: posisi kamera berada diatas tripod dan beralih dari objek satu ke objek lain secara cepat.
· Artificial Hairlight: rambut objek diberi efek cahaya buatan sehingga bersinar dan lebih dramatik.
· Fast Road Effect: teknik yang diambil dari dalam mobil yang sedang melaju kencang.
· Walking Shot: teknik ini mengambil gambar pada objek yang sedang berjalan. Biasanya digunakan untuk menunjukkan orang yang sedang berjalan terburu-buru atau dikejar sesuatu.
· Over Shoulder : pengambilan gambar dari belakang objek, biasanya objek tersebut hanya terlihat kepala atau bahunya saja. Pengambilan ini untuk memperlihatkan bahwa objek sedang melihat sesuatu atau bisa juga objek sedang bercakap-cakap.
· Profil Shot : jika dua orang sedang berdialog, tetapi pengambilan gambarnya dari samping, kamera satu memperlihatkan orang pertama dan kamera dua memperlihatkan orang kedua.


1.        zoom in : gerakan kamera mendekati objek.
2.        zoom out : gerakan kamera menjauhi objek.

3.        panning : gerakan kamera menoleh kekiri dan kekanan dari atas tripod.
4.        tilting : gerakan kamera keatas dan kebawah .tilt up jika kamera mendongak dan tilt down jika kamera mengangguk.
5.        dolly : kedudukan kamera di tripod dan diatas landasan rodanya.dolly dibedakan menjadi dua yaitu dolly in dan dolly out.
6.        follow : gerakan kamera mengikuti objek yang bergerak.
7.        crane shot :gerakan kamera yang dipasang diatas roda crane.

BAHASA KAMERA
Bahasa kamera merupakan bahasa standar broadcast internasional. Jadi bahasa ini umum digunakan di stasiun televisi manapun.
Berikut ini adalah sebagian daftar istilah dalam bahasa kamera..

·         ECU : Extreme close-up (shot yang detail)
·         VCU : Very close-up (shot muka, dari dahi ke dagu)
·         BCU : Big close-up (seluruh kepala)
·         CU : Close up (dari kepala sampai dada)
·         MCU : Medium close-up (dari kepala sampai perut)
·         MS : Medium shot (seluruh badan sebelum kaki)
·         Knee : Knee Shoot (dari kepala hingga lutut)
·         MLS : Medium long shot (keseluruhan badan)
·         LS : Long shot (keseluruhan, ¾ sampai 1/3 tinggi layar)
·         ELS : Extra long shot (XLS), long shot yang lebih ekstrim
·         Zoom In : Obyek seolah-olah mendekat ke kamera
·         Zoom Out : Obyek seolah-olah menjauh dari kamera
·         Tilt Up : Kamera bergerak (mendongak) ke atas
·         Tilt Down : Kamera bergerak ke bawah
·         Pan Kiri : Kamera bergeser ke kiri
·         Pan Kanan : Kamera bergeser ke kanan
·         Track In : Kamera track (bergerak) mendekat ke obyek
·         Track Out : Kamera track (bergerak) menjauh dari obyek
·         Dolly In : sama track in
·         Dolly Out : sama track out
Untuk jenis shot yang sering digunakan adalah :
1.      Long Shot atau Full Shot, keseluruhan
2.      Wide Shot atau Cover Shot, keseluruhan obyek dalam adegan
3.      Close Shot atau Tight Shot, kelihatan detail
4.      Shooting Groups of people, bisa single shot, two shot, three shot dst sebagai gambaran keseluruhan.


JENIS-JENIS SHOT
·         CU (Close Up)
Shot yang menampilkan dari batas bahu sampai atas kepala.
·         MCU (Medium Close Up)
Shot yang menampilkan sebatas dada sampai atas kepala.
·         BCU (Big Close Up)
Shot yang menampilkan bagian tubuh atau benda tertentu sehingga tampak besar.
Misal : wajah manusia sebatas dagu sampai dahi.
·         ECU (Extrime Close Up)
Shot yang menampilkan detail obyek. Misalnya mata, hidung, atau telinga.
·         MS (Medium Shot)
Shot yang menampilkan sebatas pinggang sampai atas kepala.
·         TS (Total Shot)
Shot yang menampilkan keseluruhan obyek.
·         ES (Establish Shot)
Shot yang menampilkan keseluruhan pemandangan atau suatu tempat untuk memberi orientasi tempat di mana peristiwa atau adegan itu terjadi.
·         Two Shot
Shot yang menampilkan dua orang.
·         OSS (Over Shoulder Shot)
Pengambilan gambar di mana kamera berada di belakang bahu salah satu pelaku, dan bahu si pelaku tampak atau kelihatan dalam frame. Obyek utama tampak menghadap kamera dengan latar depan bahu lawan main.

SUDUT PENGAMBILAN KAMERA
·         High Angle (Bird eye view)
Posisi kamera lebih tinggi dari obyek yang diambil.
·         Normal Angle
Posisi kamera sejajar dengan ketinggian mata obyek yang diambil.
·         Low Angle (Frog eye view)
Posisi kamera lebih rendah dari obyek yang diambil.
·         Obyektive Kamera
Tehnik pengambilan di mana kamera menyajikan sesuai dengan kenyataannya.
·         Subyektive Kamera
Tehnik pengambilan di mana kamera berusaha melibatkan penonton dalam peristiwa. Seolah-olah lensa kamera sebagai mata si penonton atau salah satu pelaku dalam adegan.


GERAKAN KAMERA
·         Panning
Panning adalah gerakan kamera secara horizontal (posisi kamera tetap di tempat) dari kiri ke kanan atau sebaliknya.
·         Pan right : gerak kamera mendatar dari kiri ke kanan.
·         Pan left : gerak kamera mendatar dari kanan ke kiri.
·         Tilting
Tilting adalah gerakan kamera secara vertikal (posisi kamera tetap di tempat) dari atas ke bawah atau sebaliknya.
·         Tilt up : gerak kamera secara vertikal dari bawah ke atas.
Tilt down : gerak kamera secara vertikal dari atas ke bawah.
·         Tracking
Track adalah gerakan kamera mendekati atau menjauhi obyek.
·         Track in : gerak kamera mendekati obyek
·         Track out : gerak kamera menjauhi obyek


Istilah - Istilah Dalam Gerakan Kamera
1.      Pan, Panning
Pan adalah gerakan kamera secara horizontal (mendatar) dari kiri ke kanan atau sebaliknya.
-          Pan right (kamera bergerak memutar ke kanan
-          Pan left (kamera bergerak memutar ke kiri
2.      Tilt, Tilting
Tilting adalah gerakan kamera secara vertical,mendongak dari bawah ke atas atau sebaliknya
-          Tilt up : mendongak ke atas
-          Tilt down : menunduk ke bawah
Gerakan tilt dilakukan untuk mengikuti gerakan obyek, untuk menciptakan efek dramatis, mempertajam situasi.
3.      Dolly, Track
Dolly atau track adalah gerakan di atas tripot atau dolly mendekati atau menjauhi subyek.
-          Dolly in : mendekati subyek
-          Dolly out: menjauhi subyek
4.      Pedestal
Pedestal adalah gerakan kamera di atas pedestal yang bisa dinaik turunkan. Sekarang ini banyak digunakan Porta-Jip Traveller.
-          Pedestal up : kamera dinaikan
-          Pedestal down : kamera diturunkan
Degan menggunakan teknik pedestal up/down kita bisa menghasilkan perubahan perspektif visual dari adegan.
5.      Crab
Gerakan kamera secara lateral atau menyamping, berjalan sejajar dengan subyek yang sedang  berjalan.
-          Crab left (bergerak ke kiri)
-          Crab right ( bergerak ke kanan)
6.      Crane
Crane adalah gerakan kamera di atas katrol naik turun.
7.      Arc
Arc adalah gerakan kamera memutar mengitari obyek dari kiri ke kanan atau sebaliknya.
8.      Zoom
Zooming adalah gerakan lensa zoom mendekati atau menjauhi obyek secara optic, dengan mengubah panjang focal lensa dari sudut pandang sempit ke sudut pandang lebar atau sebaliknya.
-          Zoom in : mendekatkan obyek dari long shot ke close up
-          Zoom out : menjauhkan obyek dari close up ke long shot

Image result for minimal 5 etika yang perlu dijaga dalam melakukan komunikasi sinkron!



Hari ini saya membahas tentang "Tata Krama  (Etika) Komunikasi Asinkron"

 Komunikasi merupakan kegitan yang melibatkan 2 atau lebih orang, sehingga perlu di perhatikan tata cara serta tata krama atau etika dalam melakukannya.


a. Gunakanlah bahasa yang baik dan sopan. Bedakan pemilihan kata sesuai hubungan anda dengan penerima pesan. Saat berkirim pesan pada guru atau atasan, gunakan bahasa yang formal. Saat berkirim pesan pada teman, anda dapat menggunakan bahasa yang lebih santai.

b. Tidak menuliskan seluruh kalimat dengan huruf kapital. Dalam tata krama korespondensi elektronik, penulisan seluruh kalimat menggunakan huruf kapital berarti sama dengan berteriak atau marah.

c. Gunakan font standar, dengan ukuran yang standar. Karena penggunaan font yang beragam akan menyulitkan pembacaan dan melelehkan mata.

d. Kejelasan penulisan subjek, gunakanlah subjek yang dapat langsung di mengerti oleh penerima email anda.

e. Perhatikan penerima CC , dan perhatikan juga penerima BCC email anda. Dianjurkan untuk mengirim CC atau pun BCC berdasarkan hak membaca email tersebut

f.  Segera menanggapi pesan yang diteima. Beritahukanlah terlebih dahulu jika anda membutuhkan waktu tambahan untuk membalas pesan.

g. Tidak meneruskan pesan yang tidak penting. Tidak semua orang menyukai lelucon atau gambaran yang anda kirimikan .

1. Pengertian,Kelebihan,kekurangan Ms. Office
2. Pengertian,Kelebihan,kekurangan Ms. Excel
3. Pengertian,Kelebihan,kekurangan Search Engine
 4. Pengertian DATA
 5. Pengertian Storyboard